Portal PagiDampak Negatif Ulah Karena Netizen: 5 Taman Wisata yang Rusak, Fenomena perusakan taman wisata oleh netizen yang tidak bertanggung jawab semakin menjadi sorotan di era digital saat ini. Kecanduan eksis di media sosial seringkali mengaburkan batas antara hiburan dan kerusakan lingkungan. Mari kita telusuri beberapa kasus yang mencoreng keindahan taman-taman wisata akibat ulah netizen yang kurang bertanggung jawab.

Dampak Negatif Ulah Karena Netizen: 5 Taman Wisata yang Rusak

1. Taman Bunga Amarilis, Bantul, Yogyakarta

Pada tahun 2015, Taman Bunga Amarilis di Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta menjadi korban dari gelombang kunjungan netizen yang tidak terkendali. Sebuah foto yang diunggah secara viral mengubah nasib taman ini dari tempat yang jarang diketahui menjadi destinasi yang ramai dikunjungi. Namun, sorotan positif berubah menjadi bencana ketika pengunjung mulai merusak bunga-bunga amarilis yang menjadi daya tarik utama. Langkah-langkah untuk membatasi akses pengunjung akhirnya harus diambil untuk melindungi keindahan taman ini.

2. Kebun Raya Baturraden, Banyumas

Tidak jauh berbeda dengan kasus Taman Bunga Amarilis, Kebun Raya Baturraden di Banyumas juga mengalami nasib serupa pada tahun 2015. Lonjakan kunjungan akhir tahun menyebabkan taman ini dipadati oleh ribuan pengunjung setiap harinya. Sayangnya, tidak semua pengunjung mematuhi aturan dan larangan yang ada, sehingga sejumlah tanaman dan bunga di taman ini mengalami kerusakan akibat terinjak-injak dan disentuh secara kasar.

3. Ranu Manduro, Mojokerto

Ranu Manduro di Mojokerto pernah menjadi sorotan di media sosial pada awal tahun 2020. Video yang memperlihatkan keindahan alamnya segera menarik perhatian netizen yang ingin berfoto dan bersantai di lokasi tersebut. Namun, keindahan alam tersebut berbanding terbalik dengan tingkah laku beberapa pengunjung yang tidak bertanggung jawab. Sampah-sampah berserakan dan akses jalan yang rusak menjadi bukti dari tingkat kerusakan yang terjadi akibat kunjungan yang tidak terkontrol.

4. Walker Canyon, Lake Elsinore, California

Kasus serupa juga terjadi di luar negeri, tepatnya di Walker Canyon, Lake Elsinore, California. Pesona bunga poppy yang mekar menjadi daya tarik utama bagi ribuan wisatawan yang berbondong-bondong datang ke lokasi ini setelah melihat foto-foto yang viral di Instagram pada Maret 2019. Sayangnya, gelombang kunjungan ini menyebabkan kerusakan serius pada ekosistem alamiah dan infrastruktur sekitar. Jangan lupa kunjungi artikel sebelumnya Destinasi Outbound Program LDKS yang Menginspirasi

5. Mayfield’s Lavender Farm, Surrey, Inggris

Kisah terakhir berasal dari Inggris, di mana Mayfield’s Lavender Farm di Banstead, Surrey, menjadi sasaran peningkatan kunjungan setelah foto-foto keindahannya tersebar luas di media sosial pada tahun 2019. Namun, gelombang kunjungan ini tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga kerugian. Tanaman lavender yang rusak akibat dipetik dan jalanan yang macet adalah beberapa dampak negatif yang muncul.

Pembelajaran Penting

Kasus-kasus di atas menjadi pengingat bahwa popularitas di media sosial harus diimbangi dengan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Penting bagi kita semua untuk menghargai keindahan alam dan menjaga kelestariannya agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Semoga, melalui kesadaran dan edukasi, kita dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada taman-taman wisata yang berharga ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *